Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2019

Proyek #BulanBahasa Sudah Selesai!

Phew! Dalam sebulan ini, setiap hari aku  mem-posting  tulisan di Instagram. Satu hari satu tulisan. Minimal 300 kata. Aku menamakan proyek ini #bulanbahasa, proyek yang kukerjakan sebagai bagian dari program kelas menulis dengan  'Class for Content Creators' (CFCC). Kelas  content writing  ini diadakan eksklusif bagi tidak lebih dari 20 peserta. Tidak gratis lho! Jadi benar-benar eksklusif. Cerita bagaimana aku bisa tergabung dalam program ini akan kujelaskan setelah ini, tapi intinya aku benar-benar beruntung mendapatkan pengalaman ini. Kelas ini dipandu oleh Irfantoni Listiawan, seorang penulis dari penulis.id. Beberapa tulisannya dimuat di koran Tempo, jadi lumayan meyakinkanlah…! Fasilitas yang diberikan adalah 1 hari kelas offline dan 30 hari kelas intensif terkait menulis. Harganya pun tidak murah, 250.000 rupiah/orang. Harga yang tidak mungkin kubayar untuk sekedar ilmu tulis-menulis. Lho, terus bagaimana aku bisa tergabung di sini? Kebetulan yang Memba

Dead Serious

Aku hanya ingin mewujudkan satu hal. Derajat Ibuku ingin masuk aku kedokteran karena dia pikir kedokteran itu keren. Dokter itu terhormat. Tidak ada jurusan lain yang lebih baik daripada kedokteran. Derajat. Dia mencari derajat. Pada tahun 2020, begitu aku lulus dari DM, seorang dokter spesialis insyaallah  akan memberiku salah satu bisnisnya. Aku kan menjadi CEO barunya. Bisnis sudah berjalan 2 tahun, bukan hal baru, serta pangkat yang kudapat tidak main-main. Brand -nya sudah ada. SDM-nya ada dan sponsornya ada. Hanya tinggal dibangun supaya bisa menjadi mesin pencetak uang yang hebat. Derajat. Aku dapat. Tapi kenapa sekarang ibuku meminta hal lain. Dia kini tidak peduli sama nasibku di kedokteran. Sekarang dia mau aku berubah jadi orang lain. Seolah-oleh semua perjuanganku tidak dihitung. Berusaha untuk lulus kedokteran tidaklah mudah. Stres. Penuh tekanan. Banyak hal yang harus kukorbankan, salah satunya adalah hatiku yang lembut. Aku harus siap siaga, dingin, dan tid

What Zodiac Signs Say About Your Masculinity

Gambar
What is ‘masculinity’? How is it to be an ideal gentleman? Can every zodiac signs represent that concept? In his book ‘Beyond Mars and Venus’, John Gray attempts to explain masculinity and feminine in both men and women. He says that a man is healthy when they can control both of his masculine and feminine sides. Using this phenomenal book, let’s see what the zodiac would say about being a true man. Let’s go! ♈ ARIES A true man can live by himself. They're not dependent. They help, not helpless. Being individualistic is find. Take care of yourself before you take care of the world. ♉ TAURUS A gentleman should be emotionally strong. Don't yell when you're angry, don't scream when you're scared. Your emotion shouldn't be harmful to the people around you. How can you listen to people when you can't control your own feelings? ♊  GEMINI Be supportive! Take your time to listen to other people's problems. Some

Mindset Entrepreneur Ayah Kaya Raya (Intisari Buku 'Rich Dad Poor Dad' oleh Robert T. Kiyosaki)

Gambar
Ada perspektif baru bagi kalian yang telah lelah bekerja! Buku bisnis populer tahun 2002 milik Robert T. Kiyosaki berjudul ‘Rich Dad Poor Dad’ telah menginspirasi banyak orang untuk berbisnis. Robert memaparkan pengalamannya memiliki seorang ayah yang mengajarkannya cara berpikir seorang jutawan. Sudut pandang yang, menariknya, berbeda jauh dengan pendapat ayah Robert satunya yang pekerja keras tapi tetap miskin. Mindset seperti apakah kira-kira yang diajarkan sang ayah kaya raya? Secara umum, ayah Robert mengelompokkan pekerjaan seseorang menjadi 4 kuadran. Di sebelah kiri atas ada Employee (E) dan di kiri bawah Specialist/Self-Employed  (S), sedangkan di sebelah kanan atas ada Businessman (B) dan sebelah kanan bawah ada Investor  (I). Bagi ayah Robert, seorang jutawan adalah orang-orang yang ada di kuadran kanan. Berada di kuadran kanan akan membuat seseorang memiliki kebebasan finansial. Kuadaran B untuk Sang Pengusaha Pada kuadran B, seseorang tidak bekerja un

Apa Sih Alasan Pasien Dirujuk oleh Dokternya?

Gambar
Seringkali ketika kita memeriksakan diri sendiri atau keluarga kita, sang dokter hanya melakukan beberapa pemeriksaan dan ‘merujuk’ kita ke rumah sakit yang lebih besar. Pemeriksaan tersebut hanya berupa foto x-ray , pengambilan darah, atau hanya menempelkan stetoskopmya saja ke badan kita. Hanya memberikan obat pereda nyeri atau vitamin yang bisa kita beli sendiri di apotek, sang dokter lalu membuat surat rujukan dan kita diminta untuk mengantri ulang di rumah sakit lain. Bahkan kadang kita tidak diberi obat sama sekali. Seolah sia-sia kita telah membuang waktu dan uang untuk memeriksakan diri ke dokter tersebut. Pernahkah anda mengalami kejadian seperti itu? Mengapakah kita dirujuk sedemikian rupa? Benarkah yang dilakukan sang dokter memperlakukan seperti itu? Apakah merujuk berarti seorang dokter berusaha memberikan penatalaksanaan terbaik sesuai dengan penyakit kita, atau hal tersebut merupakan pelepasan tanggung jawab semata karena sang dokter kurang kompeten menangani p

Pentingnya Edukasi Maskulinitas Bagi Anak Laki-Laki

Gambar
'Toxic masculinity' bukanlah hal yang baru. Pada tulisan saya di Instagram beberapa hari yang lalu, sudah banyak saya singgung mengenai hal ini. Intinya, beberapa pria memiliki sikap yang tidak baik hanya karena mereka tidak benar-benar memahami konsep ideal soal bagaimana menjadi seorang pria yang benar. Pada penelitian Kupers tahun 2005, sikap arogansi dan dominan yang tidak pada tempatnya diduga menghalangi proses psikoterapi. Toxic masculinity bukanlah hal yang bisa kita abaikan begitu saja, terutama pada generasi di mana gerakan kesetaraan gender lebih membahas kaum wanita daripada lawan jenisnya. Lemahnya Konsep Maskulinitas Terutama di Indonesia  Negara kita sendiri mempunyai seorang tokoh ‘emansipasi’ terkenal bernama R. A. Kartini. Melalui bukunya ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’, beliau menyuarakan suara kaum wanita yang waktu itu tertindas di bawah bayang-bayang kaum pria. Menurut studi hermeneutika oleh Cita Mustikawati, Kartini menginginkan wanita unt

My Worst Week Creates The Best Dream of My Life

Aku mimpi. Malam Pertama Aku ***** ***** ***** ***** mimpi tentang seorang cewek. Dia bule. Aku tidak yakin Korea, Rusia, atau Amerika. Namun wajahnya mirip alter-ego ku, Haeju. Bukan, dia bukan Haeju karena aku tertarik dengan cewek ini. Dia memakai baju putih agak longgar malam itu. Senyumnya lebar. Manis. Polos. Dia adalah sdeorang pendamping tur, mungkin. Aku tidak yakin. Atasannya menjodohkan kami berdua karena dia melihat caraku menatapnya dengan tidak biasa. Aku merasa bersalah. Malam Kedua I posted it as a fanfic story.