Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2019

Mercury

Gambar
Pikiran yang sejati adalah yang terus berpikir. Dia yang tidak pintar, dunianya tidak pernah berhenti berputar. Karena banyak yang tidak ia tahu. Banyak yang bisa ia eksplorasi.  Berbeda dengan dia yang jenius. Dunianya mati. Karena ketika dia tahu segalanya, segalanya menjadi tak punya makna. Selesai. Dia mencapai tepi dunia. Makanya dia menjadi nihilistik. Karena dia pintar. Karena sudah tahu segalanya. Dia belajar segalanya dengan cepat. Bahkan dia sudah tahu apa yang akan dia ketahui. Segalanya menjadi lebih mudah dipahami. Si bodoh butuh waktu untuk memahami satu hal. Maka dari itu hidupnya tidak pernah selesai. Ia terus mengeksplorasi satu ide untuk waktu yang lama. Dia 'butuh' waktu yang lama. Dan di otaknya ada kekuatan mengeksplorasi. Mengapa pikiran sejati bukan kebenaran, melainkan eksplorasi? Maka dari itu pengetahuan adalah kutukan. Orang yang terus berpikir bukanlah orang yang bodoh. Orang yang bijak bukanlah yang mengerti, tetapi yang tidak akan

Wanita Cinta Pria Mengapa?

Gambar
Ini adalah sebuah kisah tentang seorang WANITA. Seorang wanita biasa-biasa saja. Pekerjaannya biasa-biasa saja, tidak hebat. Gelarnya tidak bisa ia banggakan. Dia juga bukan dari keluarga kaya-raya yang berkelimpahan uang. Keluarganya biasa-biasa saja, bukan juga yang penuh sayang dan kehangatan. Wanita tidak punya banyak teman ataupun lingkaran sosial yang jelas. Ia juga bukan seorang jenius ataupun berbakat. Wanita biasa-biasa saja. Pada suatu hari, ia jatuh CINTA dengan seorang PRIA. Pria brengsek yang tidak punya pekerjaan. Seorang pria yang pemurung dan pemarah. Pria yang tidak bahagia, atau lebih tepatnya, tidak punya alasan untuk bahagia. Dia bahkan tampaknya tidak punya alasan untuk hidup. Pria ini tidak kaya. Tidak tampan. Tidak pula pintar memainkan hati wanita. Pria adalah seorang pecundang. Namun Wanita sayang dengannya. Dia cinta. Wanita setia dengan Pria. Pertanyaannya adalah MENGAPA? Wanita jelas-jelas butuh uang, mengapa ia tidak menikahi pria yang sudah mapa