Gue bukan martir
Bukan pula amatir
Gue bukan pemimpin
Apalagi sekedar pemimpi I'm here to share perspectives Not just being contradictive
Gue emang gak suci
Tapi bukan berarti gue patut dibenci
Gelap langit malam terlihat melalui jendela kamar. Bintang tampak jarang bersinar. Ketika jendela dibuka, dinginnya terasa sampai menusuk sela rusukku, ruang kosong yang diambil untuk seseorang. Entah siapa. Entah penting atau tidak. Aku duduk di atas kasur. Memeluk guling di bawah selimut. Tidak bisa tidur. Padahal besok adalah hari pertamaku sebagai anak SMA. Masih kecil, tapi besar. Masih muda, tapi diharapkan bersikap dewasa. Usia yang membingungkan. Banyak hal terlintas di benakku. Seolah otakku dilempari berbagai macam sampah oleh fans penonton konser yang marah kepada band kesayangannya. Berisik. Dan seolah semakin berisik ketika aku beranjak dewasa. Semakin berisik ketika ayah dan ibu berpisah. Semakin berisik ketika aku berhasil diterima di sekolah yang akan kudatangi esok nanti. Di luar jendela masih gelap dingin. Bahkan pohon di depan kamar tidak terlihat. Ketika kuambil gelasku, tiba-tiba muncul cahaya yang tidak biasa. Satu bintang di langit berkedip terang. Diam terg...
(a/n This story is inspired by the game franchise: Five Nights at Freddy's, specifically FNAF 1-6) Fredbear's Family Diner was a small pizzeria with a really advanced technology, which was animatronics. It was solely created by an engineer called Henry. It was a simple life for him: Having his own small business, so he can still feed himself and his little daughter, Charlotte, but also still can work on his passion: Robotics. It was a perfect idea because making robots alone couldn't make him enough money. William Afton saw this wonderful idea and knew the business potential of these animatronics. He was also an engineer but he was always better in business side compared to Henry, as the later was always the genius one. William proposed a expansion of Henry's pizzeria and they both made a deal. A new franchise was born called Freddy Fazbear's Pizza. It was a massive success! William was so good at what he did that he made a deal with a local TV station...
Beberapa minggu yang lalu saya resign dari sebuah pekerjaan dengan gaji 10 jutja/bulan. Selain karena tidak nyaman, pekerjaan tersebut membuat saya jauh dari keluarga besar. Saya takut ketika nanti istri hamil dan tidak bersama ibunya, tidak ada yang bisa mengurus istri saya. Saya pun meninggalkan pekerjaan tersebut dan pindah ke kota asal istri saya. Awalnya, ayah sang istri (mertua) merekomendasikan saya ke sebuah pemilik bisnis. Karena miskomunikasi antara mertua dan saya, saya kira saya akan dipekerjakan di bidang manajerial. Ternyata, setelah pindah kota dan bertemu dengan sang pemilik bisnis, saya jadi tahu bahwa sang pemilik bisnis ini ingin saya “bermitra” dengannya. Saya ditawarkan untuk menjalankan salah satu usahanya yang tidak jalan, tanpa gaji tetap. Prospek income per bulan saya di sana di bawah 5 juta. Karena merasa nominal tersebut tidak cukup untuk kebutuhan saya dan istri, serta karena saya belum siap mental untuk shifting menjadi seorang wirausahawan, tawaran terse...
Komentar
Posting Komentar