Sabtu, 12 September 2015

Bikin Film Itu Nggak Gampang 2

It's not HARD, actually. It's just NOT LIKE I HAVE EXPECTED.

Setelah beberapa kali nontion film, merenung, belajar bikin film, baca-baca, merenung lagi, aku menyimpulkan sesuatu. Film itu soal komunikasi. Bukan hanya ke penonton, tetapi kameramen, aktor, penata cahaya, editor, art, make-up artist, manpro dan kru lainnya. Seorang sutradara harus bisa berkomunikasi. Dan sebelum berkomunikasi ia harus tahu apa yang mau ia sampaikan. Ini susah karena aku bikin film karena aku tidak bisa bicara. Aku baru sadar kalau bocara itu penting banget dalam membuat film.

Semakin dalam aku belajar tentang film, semakin aku merasa bodoh. Namun aku jadi semakin ingin banyak tahu. Semakin ingin banyak menyerap ilmu-ilmu yang ada. And maybe this is the first time I feel the FUN OF LEARNING. Terutama sejak SMA sampai kuliah, belajar menjadi tidak lagi menyenangkan. Belajar adalah tuntutan, tahu adalah kewajiban, dan pintar adalah keharusan. Menurutku hal ini tidak bagus untuk diterapkan. Belajar seharusnya menyenangkan. Seperti yang selalu diajarkan mamaku, belajar yang paling baik itu karena 'mau' bukan karena 'terpaksa'.

Dan di dunia perfilman yang baru kucicipi ini, dari merasa tahu banget aku menjadi tidak tahu apa-apa. I feel stupid and it's great! Because I'm ready to become smarter than before ^^




Baca juga : Bikin Film Itu Nggak Gampang 1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar