Pluribus and Lika

Aku baru saja menonton sebuah serial TV berjudul Pluribus (2025) dan hal ini membuatku ingin membahas nama lengkapnya Lika (anakku).

Angelica Husna Nyawa
Jiwa yang baik seperti malaikat

Nama tersebut diambil dari 3 kata: Angelica, Husna, dan Nyawa.

'Angelica' disadur dari kata 'angel-like' yang artinya 'seperti malaikat'. 

'Husna' sendiri artinya 'baik', diambil dari istilah 'asmaul husna' atau 'nama-nama Allah swt yang baik'.

'Nyawa' sendiri adalah representasi atau sinonim dari 'jiwa' atau 'soul' dan semacamnya.

Dalam show 'Pluribus', aku membayangkan para manusia yang "terinfeksi" mirip seperti konsep malaikat dalam Islam.

Angel.

Mereka baik, ramah, patuh, jujur, tidak mempunyai niat jahat, dan bisa dibilang hampir sempurna. Namun apakah dengan begitu kita harus menjadi malaikat? Apa yang membuat manusia lebih spesial?

Nyawa.

Seperti diperlihatkan di show tersebut juga, yang membuat manusia manusia adalah 'nyawa' mereka. Manusia punya jiwa, punya rasa, punya kesadaran, punya pilihan, punya ego, punya free will. 

Seperti juga Lika, yang harapannya nanti, dia akan menjadi manusia seutuhnya. Tidak harus sempurna, tetapi manusia.

Seperti malaikat, tetapi bukan malaikat.

Dan jika diibaratkan jurang, di mana di sisi satu ada 'Nyawa' dan di sisi yang lain ada 'Angelica', maka di antaranya ada jembatan, yaitu 'Husna'.

Sisi manusianya dan sisi malaikatnya akan dijembatani oleh kebaikan. Dan bukan sekedar kebaikan, tetapi kebaikan yang (kurang lebih) bagian dari kebaikan Tuhan atau Allah swt.

Awalnya, filosofi nama lengkap Lika adalah, walaupun dia tidak "meminta" untuk dilahirkan, setidaknya dia tahu bahwa jiwa yang ia punya adalah jiwa yang baik seperti malaikat, dan kedua orangtuanya sangat bahagia atas kelahirannya.

Namun setelah menonton 'Pluribus', aku mungkin bisa menambahkan arti lain untuk namanya:

Walaupun suatu hari nanti jika Lika tumbuh menjadi sosok yang hampir sesempurna malaikat, ia tetap harus ingat bahwa yang menjadikan ia sempurna adalah karena dia adalah manusia, manusia yang tidak luput dari kesalahan.

I love you, Lika

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Unlikely.

FNAF ORIGIN STORY - PART 1: Henry and Afton